Sabtu, 23 September 2017

Konsep Pemodelan Grafis

KONSEP PEMODELAN DESAIN GRAFIS

Hasil gambar untuk desain grafis

            Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis teks dianggap sebagai gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis merujuk kepada proses pembuatan, merancang, produk yang dihasilkan (rancangan).
Desain pemodelan grafis adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang membuat dan menciptakan obyek baru berupa seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya yang direkayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal untuk pembuatan, penyimpanan, dan manipulasi model dan citra.

Unsur – unsur Dasar Pemodelan Desain Grafis
Agar desain yang kita hasilkan menarik, ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis.
1.       Garis (LINE)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.

2.        Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).

3.        Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.


4.        Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5.        Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6.        Warna (Colour)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas.


Contoh pemodelan desain grafis
1.       Karikatur
Hasil gambar untuk karikatur
Suatu gambar atau poster yang memiliki arti / pesan atau sebuah gambar yang unik.
2.      Kesenian
Hasil gambar untuk kesenian desain grafis
Hasil dapat berupa kaligrafi, kartun, foto, logo, lukisan, dll.



3.      Arsitekture

Hasil gambar untuk arsitektur grafis 
Seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam arti luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun desain bangunan, desain parabot, desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil proses rancangan tersebut.

4.      Sistem informasi / teknologi / IT

Hasil gambar untuk 20 software desain grafis

Dalam bidang teknologi, desain juga sangat berkaitan. Pemodelan grafik 2D dan 3D. Grafik model 2D adalah sebuah generasi gambar digital berbasis komputer yang banyak mengambil kombinasi dari model geometri(disebut juga vektor).
3D merupakan perkembangan dari grafik 2D. 3D merupakan bentuk grafik yang menggunakan representasi data geometri tiga dimensi.






Sumber referensi :
E-book Panduan Mengenal Desain Grafis oleh Vinsensius Sitepu http://duniadownload.com/design/ebook-panduan-mengenal-desain-grafis.html (diakses tanggal 22-09-2017, pukul 15:45)
http://www.dumdum.web.id/2016/10/makalah-desain-pemodelan-grafik.html (diakses tanggal 22-09-2017, pukul 11:20)
http://kkbi.web.id/ (diakses tanggal 22-09-2017, pukul 11:34)
http://id.wikipedia.org/wiki/desain_grafis (diakses tanggal 22-09-2017, pukul 13: 57)
http://en.wikipedia.org/wiki/Graphic_design(diakses tanggal 22-09-2017, pukul 14:21)

Minggu, 11 Juni 2017

Penilaian ekonomi web analisis

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga dan νόμος (nomos) yang berarti peraturan, aturan, hukum. Jadi, ekonomi web dapat diartikan suatu kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan atau penggunaan jasa yang terdapat pada web.
Ekonomi sendiri memiliki dampak tertentu setelah ikut hadir dalam web atau internet. Beberapa dampak merupakan positif, tetapi ada pula yang negatif. Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh ekonomi web:
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
Dampak Positif
1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2. Terjadinya industrialisasi
3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat
4. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
5. Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi
Dampak Negatif
1. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”
3. Munculnya kejahatan-kejahatan baru melalui internet (Cyber Crime)
A. Dampak Ekonomi Terhadap Pengaruh Web Pada Dunia Iklan
Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan kata lain, iklan memberitahu kepada banyak orang mengenai barang dan jasa yang dijual, dipasang di media massa seperti kran dan majalah atau di tempat-tempat umum.
Kata iklan berasal dari kata Yunani yang artinya menggiring orang-orang kepada gagasan. Pengertian iklan secara lengkap yaitu semua wujud aktivitas untuk mendatangkan dan menawarkan penemu/ide, barang dan/atau jasa secara bukan personal yang dibayarkan oleh sponsor tertentu.
Berikut adalah dampak dari ekonomi web terhadap dunia iklan:
-Memberi keuntungan kepada agen iklan
-Industri periklanan online menjadi salah satu pilihan kerja yang menjanjikan
-Menghidupkan industri barang dan jasa online karena ada peningkatan permintaan melalui jasa iklan online
-Persaingan antarprodusen barang/jasa online yang sejenis menyebabkan konsumen mendapat harga lebih murah
-Iklan online ikut memberi andil meningkatkan pembelian masyarakat

B. Dampak Ekonomi Terhadap Pengaruh Web Pada Penjualan Online
Penjualan online adalah strategi atau metode untuk mengenalkan konsumen/publik dengan brand/produk/jasa sebuah perusahaan/bisnis. Pemasaran online atau disebut juga sebagai internet marketing. Dalam hal ini medium yang pedagang/penjual pakai adalah internet.

Berikut adalah dampak dari ekonomi web terhadap penjualan secara online:
-Memerlukan sedikit modal untuk mendirikan usaha di internet/online
-Hemat waktu bagi konsumen karena tidak perlu datang ke toko untuk berbelanja
-Mudah membandingkan harga-harga barang
-Pedagang tidak perlu ke toko karena dapat mendirikan usaha di rumah
-Menghemat biaya pedagang karena tidak memerlukan biaya sewa ruko dan transportasi

C. Dampak Ekonomi Terhadap Pengaruh Web Pada Lelang
Lelang adalah proses membeli dan menjual barang atau jasa dengan cara menawarkan kepada penawar, menawarkan tawaran harga lebih tinggi, dan kemudian menjual barang kepada penawar harga tertinggi. Ada beberapa variasi dari bentuk dasar lelang, termasuk batas waktu, minimum atau maksimum batas harga penawaran, dan peraturan khusus untuk menentukan penawar yang menang dan harga.

Peserta lelang mungkin atau mungkin tidak mengetahui identitas atau tindakan dari peserta lain. Tergantung pada lelang, penawar dimungkinkan hadir secara langsung atau melalui perwakilannya, termasuk telepon dan internet. Penjual biasanya membayar komisi kepada pelelang atau perusahaan lelang berdasarkan persentase harga penjualan terakhir.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, lelang dapat dilakukan melalui internet. Dan lelang secara online tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar, diantaranya:
-Dengan lelang online, lelang dapat melakukan penawaran kapanpun Anda mau, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu
-Tidak perlu menghadiri pelelangan yang jaraknya sangat jauh hingga ke mancanegara untuk menghadiri pelelangan tersebut
-Lelang online menyediakan ruang yang cukup karena tidak perlu menyediakan sebuah ruangan ataupun gedung yang besar agar semua orang dapat hadir
-Meningkatnya jumlah penawar. Dengan jumlah penawar yang besar, tentunya juga memicu penjual untuk memasang barangnya, tentunya ini harus didukung oleh kemudahan-kemudahan yang disediakan pada website yang bersangkutan
-Hal ini akan menimbulkan siklus ekonomi permintaan dan persediaan, menjadikan sebuah sistem yang berguna bagi pesertanya

D. Kesimpulan
Dengan hadirnya aktivitas-aktivitas ekonomi melalui internet atau transaksi secara online, pedagang dan pembeli yang menggunakan fasilitas ini terhubung secara global. Mereka tidak perlu membuat paspor dan kartu identitas lainnya untuk melakukan tranksaksi. Berbagai hal positif muncul dari penggunaan ekonomi web. Tetapi juga perlu diperhatikan bahwa penggunaan fasilitas ini perlu dipantau agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.

Sumber:

FUNGSI DAN TUJUAN PERIKLANAN



Iklan sebagai teknik penyampaian pesan dalam bidang bisnis yang sifatnya non personal secara teoritik melaksanakan fungsi yang diemban media massa lainnya. Semuanya ini karena pesan-pesan itu tetap mengandung fungsi informasi dan penerangan, fungsi pendidikan, fungsi menghibur dan fungsi mempengaruhi sikap tertentu.

A. Fungsi-Fungsi Periklanan. 

1. Fungsi Pemasaran

Fungsi periklanan adalah mendatangkan uang bagi pengiklan karena orang membeli produk yang diiklankan, juga bagi media massa. Fungsi pemasaran adalah fungsi untuk memenuhi permintaan para pemakai atau pembeli terhadap barang-barang ataupun jasa serta gagasan yang diperlukannya.

Sebagai pemasaran iklan bisa berfungsi sebagai;
1. Mengindentifikasi produk dan menjelaskan perbedaan dengan produk lainnya.
2. Mengkomunikasikan informasi mengenai produk. 3. Menganjurkan percobaan produk baru secara bertahap.
4. Merangsang penyebaran dan akhirnya berakibat peningkatan penggunaan produk.
5. Membangun rasa cinta dan dekat pada produk.
6. Fungsi ini akan efektif dengan memperhatikan atas produk, harga, tempat penjualan termasuk distribusi dan segi promosi

2. Fungsi Komunikasi

Memberikan penerangan dan informasi tentang suatu barang, jasa, gagasan.
1. Memberikan pesan yang berbau pendidikan
2. Berusaha menciptakan pesan-pesan yang bersifat menghibur agar dinikmati khalayak.
3. Mempengaruhi khalayak untuk dekat , rasa selalu membeli dan memakai produk secara tetap dalam waktu lama.

3. Fungsi Pendidikan

Iklan dimaksudkan menumbuhkan sikap positip dan manakala sesorang memiliki pengetahuan dan pandangan tertentu dan mempunyai intensitas perasaan dan mengambil keputusan secara rasional untuk menerima atau menolak pilihan terhadap produk yang
ditawarkan. Orang bisa belajar dari iklan yang dibacanya, diotonton dan didengarnya. Mereka belajar tentang suatu produk yang layak terhadap mereka, mereka belajar untuk hidup lebih baik lagi.


4. Fungsi Ekonomi

Keuntungan dari segi ekonomis konsumen adalah melalui iklan dapat diberitahu tempat-tempat penjualan produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga mudah menentukan dimana produk bisa dibeli. Dari segi produsen iklan mengakibatkan barang, jasa dan layanan dikenal dan dipakai
oleh banyak fihak yang mendatangkan keuntungan finansial.

5. Fungsi Sosial

Iklan berfungsi membantu menggerakkan suatu perubahan standar hidup yang ditentukan oleh kebutuhan manusia seluruh dunia. Melalui publikasi iklan mampu menggugah pandangan orang tentang suatu peristiwa, kemudian meningkatkan sikap, afeksi yang positip dan diikuti tindakan pelaksanaan nyata atau tindakan social.


B. Tujuan Periklanan.

Apapun jenis dari periklanan maka tujuan akhirnya adalah sama yaitu untuk membantu penjualan suatu barang atau jasa dengan jalan si pengusaha atau si pemasang iklan
menyampaikan pesan pesan dan mengadakan suatu komunikasi dengan para konsumen melalui iklan. Adapun tujuan periklanan secara langsung adalah mengadakan atau memperluas pasaran barang atau jasa.

Bagaimana bantuk tujuan langsung dari periklanan terjadi ;
a. Menarik perhatian untuk barang atau jasa yang dijual ( Capture attention).
b.Mempertahankan perhatian yang telah ada ( hold attention)
c. Memakai atau menggunakan perhatian yang telah ada untuk menggerakan calon konsumen untuk bertindak (make useful lasting impressions).

Tercapainya tujuan periklanan sangat tergantung pada sikap dari masyarakat terhadap barang atau jasa yang diiklankan tersebut . dan harus juga diingat bukan barang atau jasa saja yang bisa membentuk sikap masyarakat tetapi bagaimana suatu ide tentang suatu barang atau jasa dapat dinilai oleh masyarakat itu sendiri. Agar tercipta suatu tujuan periklanan yang efektif maka penyajian iklan suatu produk bisa dilakukan secara bertahap, seperti yang dinyatakan oleh Otto V. Kleppner sebagai spiral advertising; yaitu

Tahap 1; The Pioneering Stage ( Tahap Perintisan)
Tahap dimana suatu barang diperkenalkan kepada masyarakat sampai menumbuhkan minat atau keinginan untuk memiliki barang yang diperkenalkan.

Tahap 2; The Competitive Stage ( Tahap Saingan)
Yaitu menggunakan berbagai macam teknik periklanan untuk memenangkan perhatian dari konsumen dan mengalihkan perhatiannya dari kategori produk sejenis atau kompetitor. Apabila masyarakat telah memiliki keinginan untuk menggunakan barang atau jasa maka mulailah proses seleksi , proses inilah yang akan menentukan sikap akhir dengan
tindakannya.
Tahap 3; Retentive Stage ( Tahap mengingatkan)
Fase ini disebut juga fase mempertahankan sebagai
komunikator (pengiklan) maka dari pesan yang dianjurkan harus dapat membuat orang tidak akan pernah lupa pada barang atau jasa yang diiklankan. Dan apabila barang telah memperoleh pasaran maka usaha berikutnya adalah membuat kembali tahapan dari 1 sampai dengan 3.

Iklan yang dijalankan secara jujur dan kontinyu dapat menghasilkan keuntungan dan manfaat bagi komunikator dan komunikannya yaitu apabila;
a. Iklan diadakan berdasarkan itikad baik dan dengan memperhatikan unsur-unsur etika yang berlaku di suatu masyarakat.
b. Diberikan secara jujur dan memperhatikan faktor komunikan.

Sikap tersebut diatas akan tercerminkan dalam hasil yang dicapai ;
1. Pemasaran yang meningkat, luas daerah, dan pelanggannya.
2. Terbukanya daerah pemasaran baru,
3. Mempertahankan mutu dari barang/jasa dengan kompetitor
4. Apabila pasaran sepi penjualan barang atau jasa masih bisa bertahan walau volumenya berkurang.

Spriegel berpendapat bahwa suatau kegiatan periklanan yang baik dengan kalkulasi dan proporsi yang tepat dapat menghasilkan penurunan harga penjualan, yaitu karena berkurangnya kegiatan ;
a). Pengeluaran biaya penjualan
b). penurunan harga satuan produk


C. DAMPAK PERIKLANAN

Dampak periklanan terhadap kehidupan masyarakat secara teoritis dapat ditinjau dari segi-segi psikologis, social-budaya dan ekonomi.

1. Dampak Psikologis.
Rotzoll, mengungkapkan bahwa dampak psikologis dari periklanan dapat ditinjau dari aspek fungsi periklanan yang membawa dampak psikologis tertentu dan aspek terjadinya arus informasi dari iklan yang diterima konsumen.

1.1 Dampak Fungsi Periklanan
Berdasarkan atas aspek fungsi periklanan ini maka dampak iklan dapat dijelaskan melalui 4 aspek yaitu;

1. Percipitation (percepatan)
Sebagai satu fungsi yang dapat mengakibatkan percepatan berubahnya suatu kondisi konsumen dari keadaan yang semula tidak bisa mengambil keputusan terhadap suatu produk kemudian dapat mengambil keputusan.
2. Persuation (persuasi),
Fungsi ini menjelaskan bahwa dampak periklanan terasa pada pembangkitan emosi konsumen misalnya menjadi senang, doyan, cita karena menggunakan produk tersebut. Kemudian dapat mempersuasi orang lain untuk ikut menggunakannya dan memakai produk tersebut secara tetap

3. Reinforcement ( peneguhan),
Dampak yang meneguhkan para pembeli pada suatu keputus an yang telah diambil sebelumnya. Meskipun ada informasi lainnya yang masuk tentang produk yang sama.
4. Reminder ( semakin meneguhkan).
Merupakan fungsi dasar periklanan yang mempunyai dampak semakin meneguhkan keputusan terhadap suatu merk produk yang telah dipakainya. Ia tetap bertahan terhadap produk tersebut , produk yang telah menjadi bagian dari kesehariannya dan tidak boleh diganti kalau produk dengan cap tertentu masih beredar di pasaran.

1.2 Dampak Proses Informasi Produk terhadap Konsumen.
Menganalisa dampak periklanan dari proses infomasi produk terhadap konsumen dapat dilihat dari empat pandangan yang merupakan hubungan antara kognitif, afektif dan konatif dari struktur sikap yang dimiliki seseorang. Yaitu ;

1. The Learning Hierarcy
Pandangan teori ini belajar menerangkan bahwa setiap informasi ( termasuk iklan produk tertentu) pertama-tama akan menerpa konsumen dan akibatnya terjadi perubahan komponen kognitif dari konsumen tersebut, kalau sudah dimengerti dan dipahami informasi tersebut barulah terjadi perubahan lanjutan yaitu komponen afektif (sikap) terhadap produk kemudian kesinambungannya terjadi perubahan pada komponen konatif (tingkah laku/prilaku). Urutan theori ini adalah : learn, feel, do ( belajar, merasakan, bertindak).

2. The Dissonance Attribution Hierarcy.
Kondisi ini merupakan kebalikan dari pandangan hirarchi belajar; dimana proses model atribusi disonan ini adalah ; do,feel, learn (bertindak, merasakan, belajar).
3. The Low Involvement Hierarchy
Pendekatan psikologis menjelaskan dampak iklan dengan model keterlibatan rendah dapat dijelaskan ; pertama sekali informasi menerpa konsumen dengan perubahan komponen kognitif seseorang terhadap produk, kemudian mengakibatkan perubahan konatif yaitu prilaku/tindakan tertentu pada suatu produk selanjutnya barulah terjadi perubahan pada sikap, evaluasi,perasaan tertentu pada produk yang pesan-pesannya telah menerpa konsuumen.Rumusannya adalah : Learn, do,feel ( belajar, bertindak dan merasakan).

4. The Batra-Ray Model.
Bahwa informasi tentang suatu produk yang berasal dari iklan biasanya langsung mempengaruhi kognisi dari konsumen. Namun demikian kognisi konsumen itu bersumber pada dua afeksi yang berbeda, yaitu perasaan konsumen terhadap merek suatu produk tertentu. Dan perasaan konsumen terhadap penampilan iklan dari produk yang sama.
Perubahan kognitif selanjutnya menyebabkan perubahan sikap hedonik (perubahan produk yang lebih menyenangkan) dan selanjutnya mempengaruhi pada
prilaku terhadap produk. Semuanya berakhir pada perubahan sikap tentang sejauhmana faedah daripada produk yang diiklankan tersebut.

2. Dampak Sosial dan Budaya
Menurut S. Jhon Wright bahwa periklanan mempunyai dampak social dan budaya dalam khalayak konsumen, dan ada empat dampak utama yang dapat dikaji secara teoritik;
1. Mempersuasi Kecakapan tertentu
2. Menyampaikan informasi yang benar dan tidak benar 3. Menyampaikan informasi yang enak dan hambar.
4. Mempengaruhi budaya, dalam nilai dan gaya hidup

3. Dampak Ekonomi Periklanan.
Beberapa dampak dalam bidang ekonomi dari periklanan antara lain;

1. Dampak terhadap produk
Kepercayaan terhadap produk meningkat dan memperkuat daya beli konsumen sehingga pabriknya harus memproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi selera konsumen. Selera ini menyangkut jumlah dan variasi mutu.

2. Dampak terhadap Media
Media akan mendapat keuntungan , karena pengiklan (melaluibiro iklan) memesan ruang dan waktu yang dimiliki oleh media untuk digunakan bagi penyebaran pesan tentang produknya.
3. Dampak terhadap Perusahaan.
Dengan periklanan maka banyak orang mengenal nama pabrik, bagaimana cara bekerjanya, kemajuanmanagemennya, siapa sebenarnya menjadi otak dibalik kesuksesan, perkembangan perburuhan, teknologi yang digunakan

4. Dampak terhadap para pesaing
Dengan adanya iklan suatu perusahaan akan mengakibatkan pabrik lain akan berusaha memproduksi barang yang sejenis ataupun substitusi lainnya.

5. Dampak terhadap Konsumen.
Konsumen mempunyai pilihan yang lebih banyak dan bervariasi terhadap produk yang sama maupun substitusi
6. Dampak terhadap Bisnis dalam Masyarakat.

7. Iklan mengakibatkan terbentuknya suatu jaringan bisnis apakah itu jaringan bisnis baru maupun memperluas jaringan bisnis yang lama. Semuanya berdampak pada pemerataan pendapatan.

8. Dampak kepentingan Produksi Massal.

9. Dampak Terhadap Nilai suatu Produk
Periklanan mempunyai dampak terhadap nilai suatu produk karena :
1. Periklanan dapat memperlihatkan pelbagai cara yang baru dalam penggunaan suatu produk tertentu.
1.Periklanan dapat menambah nilai yang lebih positip terhadap produk dan gengsi serta derajat konsumen kalau konsumen selalu memakai produk yang dianjurkan oleh iklan.
2.Menambah nilai ekonomi untuk barang maupun jasa tertentu dalam pandangan konsumen. Konsumen meletakkan barang/jasa tertentu tersebut menjadi suatu kebutuhan yang mendesak yang harus dipenuhi dalam suatu waktu tertentu.

10. Dampak pada Harga.
Periklanan juga berdampak pada harga barang/jasa. Karena periklanan menambah nilai suatu produk maka dampak berikutnya adalah penambahan biaya iklan untuk produk itu pada media.Dalam beberapa kasus ternyata pengiklan suatu produk biasanya lebih murah daripada tidak mengiklankannya sama sekali. Namun demikian biaya iklan tetap dibebankan pada harga suatu produk yang pada akhirnya ditanggung oleh konsumen.

11.Dampak ekonomi periklanan dan prespektifnya.
Menurut J.T Russel dan W.R. Lane, akibat-akibat periklanan terhadap ekonomi dibagi dalam empat kategori ;

1. Imbauan paling produktif; Periklanan yang menghasilkan kesejahteraan ekonomi terbesar dengan biaya yang serendah- rendahnya. Tujuan dari kategori ini agar pembeli maupun penjual dapat mengambil manfaat yang sama
2. Imbauan Produktif; periklanan yang menaikan harga-harga atau dalam beberapa hal menciptakan ketidakpuasan terhadap produk-produk yang masih memiliki kegunaan
sehingga menyebabkan konsumsi produk-produk baru yang tidak perlu.

3.Agak Produktif ; Periklanan yang menciptakan peningkatan dalam seluruh permintaan tetapi pada tingkat yang lebih rendah daripada beberapa tehnik lain yang akan dicapai atau pada tingkat pengeluaran tinggi yang akan dicapai atau pada tinggkat pengeluaran tinggi yang tidak diperlukan.

4. Tidak produktif; Periklanan yang tidak meningkatkan permintaan umum, tetapi tidak mengakibatkan kerugian.
Paling tidak iklan memberikan dua harapan masa depan karena keberadaanya yaitu ;

1.Iklan telah mengakibatkan para pembeli melakukan seleksi, memilih alternatip terhadap informasi tentang produkyang ditawarkan oleh iklan itu sendiri.

2.Iklan mengakibatkan pula perusahaan-perusahaan saling bersaingan lebih efektif untuk mendapatkan uang karena telah menawarkan informasi terhadap produknya.